Apa yang salah dengan font Comic Sans?

By October 18, 2018Uncategorized

“Emang kenapa orang gak suka font Comic Sans?”

Sebetulnya tidak! Nyaris kita semua pernah menggunakanya, ketika masih di SD/SMP dan mendapatkan tugas mengetik esai bahasa Indonesia, rasanya pasti ada temen kelasmu (atau bahkan dirimu!) mengumpulkan tugas dengan font Comic Sans. Walaupun tersedia berbagai jenis font, entah kenapa magnet dari Comic Sans lebih kuat dibandingkan font lainya. Fase menggunakan font Comic Sans bagaikan perkenalan kita dengan dunia tipografi yang luas.

Mungkin alasan bahwa nyaris semua orang pernah menggunakan font Comic Sans dimasa kecilnya menjadi salah satu alasan kenapa sekarang kamu sudah harus beralih ke font default lainya. Berikut kami rangkum beberapa alasan logis kenapa menggunakan font Comic Sans begitu salah!

 

Dewasalah, bung!

Alasan pertama ini rasanya sih cukup untuk membuatmu yakin untuk tidak lagi menggunakan font ini. Seperti yang digambarkan dari pembukaan diatas, kita semua mungkin pernah mengalami fase dimana kita nyaris menggunakan font Comic Sans bahkan tanpa kenal tujuan; untuk tugas sekolah, untuk tulisan teguran di dinding, untuk undangan ulang tahun, dll. Font Comic Sans memang paling bisa dibenturkan untuk keperluan apapun karena karakter fontnya begitu childish, menjadikanya begitu friendly diterima dimana saja.

Namun bayangkan ketika mengumpulkan skripsi, kamu mengetiknya menggunakan font Comic Sans. Yakin kamu akan diluluskan oleh dosen pembimbingmu? Ketika kita beranjak dewasa, semakin kita sadari dalam kehidupan formal, tidak ada lagi yang menerima kehadiran Comic Sans. Skripsi menggunakan Times New Roman, lamaran kerja menggunakan font formal sejenis, bahkan surat sakit dokter untuk pura-pura gak masuk kerja saja sudah menggunakan font formal sejenis juga!

Tidak Dapat Menyampaikan Pesan

Sebuah meme dalam penggunaan font Comic Sans.

Menyambungkan dari argumentasi sebelumnya, pemilihan font sangat berpengaruh dalam penyampaian pesan sesuai kebutuhanya. Sebuah pesan yang tegas membutuhkan font berkarakter tegas dan lugas, ataupun sebaliknya pesan yang terkesan jenaka membutuhkan font berkarakter lucu dan tidak tegas. Font sangat berperan dalam membentuk pesan karena membawa karakter sebagai poin penekanan pesan.

Sedangkan menggunakan font Comic Sans adalah pilihan yang sangat buruk dalam meyampaikan maksud pesan karena membawa karakter fontnya yang childish dan sulit untuk ditanggapi secara serius.

Struktur Tipografi

Kenal kan tipografi diatas? Ya, itu adalah tipografi lengkap dari Comic Sans. Setelah dimunculkan berbarengan seperti ini, baru terasakah kalau font ini begitu ‘berantakan’?

Bila belum dirasa ‘berantakan’, mari kita amati anatomi sebuah font yang ideal dibawah ini.

https://marianodiez.files.wordpress.com/2010/08/22.jpg

Sebuah font secara ideal terdiri atas beberapa elemen seperti stem, bowl, tail, spine, dll. Namun yang menjadikan sebuah font begitu sedap dipandang adalah harmonisasi antar tiap-tiap font.

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya desain font Comic Sans yang berantakan seperti ditulis seorang anak kecil karena memang bertujuan menyerupai tulisan seorang anak kecil, yang pada dasarnya, tidak mengerti anatomi sebuah font.

Cerita unik dibalik pembuatan Comic Sans adalah bahwa desainernya, Vince Connare bahkan tidak mendiskripsikan diri sebagai seorang ‘font designer’ namun seorang teknisi. Ia memiliki riwayat yang bagus dalam keterlibatanya dalam dunia tipografi sebagai seorang terknisi yang berjasa mengkonversi bentuk font yang dicetak keadalam bentuk komputer.

So, sudah cukup kan dengan penggunaan font comic sansnya?

 

bono-admin-1

Author bono-admin-1

More posts by bono-admin-1